SABRINA “SALFA” FALASIFAH

Sabrina “Salfa”  Falasifah
Ketua DPO yang Bersemangat Mengejar Prestasi Akhirat

Salfa, begitulah sapaan akrab Sabrina Falasifah. Ketua DPO 2016/2017 ini lahir di kota Tuban, pada tanggal 14 Juli 2003. Putri dari pasangan M. Sabiq Ahyad dan Nikmatul Jihan ini memiliki hobi membaca buku. Bercita-cita ingin menjadi psikolog. Salfa yang saat ini duduk di bangku kelas VIII SMP Al Izzah, telah banyak menuai prestasi, diantaranya adalah:

  1. Juara 1 Olimpiade Biologi se-Jawa Bali
  2. Juara 2 MIPA Se-Malang Raya
  3. Juara 3 Olimpiade Biologi se Jawa Timur
  4. Juara 2 Sempoa se-Kabupaten Tuban
  5. Juara 2 Bahasa Inggris se-Kabupaten Tuban
  6. Juara 3 Menulis Essay
  7. Juara 1 Lomba Tartil Al Qur’an
  8. Juara 1 Kompetisi Tahfidz Al Qur’an
  9. Juara 1 Kompetisi Hadist

 

MasyaAllah.. ternyata ananda Salfa tidak hanya berprestasi di bidang sains saja, namun juga dalam tahfidzul Qur’an. Kejarlah akhirat, maka duniawi akan mengikuti dengan sendirinya. Seperti ketika kita menanam padi maka rumput di sekitarnya akan tumbuh dengan sendirinya. Barangsiapa yang sungguh-sungguh menjadi yang terbaik untuk prestasi akhiratnya, maka prestasi dunia akan dimudahkan oleh Allah untuk meraihnya pula.

Selama belajar di SMP Al Izzah, ananda bersyukur mendapatkan banyak pengalaman & pelajaran berharga. Di kampus tercinta ini ananda diajarkan untuk menjadi sosok muslimah taqwa, cerdas dan mandiri. Menurut ananda, tiga komponen itu (taqwa, cerdas & mandiri) sangat penting untuk menguatkan kepribadian kita mencapai kesuksesan sejati dalam kehidupan dunia akhirat, insyaAllah. Manusia dinilai dari ketaqwaannya. Orang yang bertaqwa mendapat tempat yang mulia di sisi Allah.

Seorang muslim juga harus cerdas. Jika tidak maka ia akan tergerus terbawa arus orang-orang Barat, terlena oleh budaya mereka yang sangat jauh dari nilai-nilai keislaman.

Selain itu, muslim juga harus mandiri dalam segala hal. Mandiri menyelesaikan masalah, mandiri mencukupi kebutuhan, mandiri dalam mengatur aktivitas kebaikan agar berjalan teratur.

Al Izzah merupakan tempat belajar yang kondusif, lingkungan yang bersih serta udara yang sejuk, sehingga menambah semangat Salfa untuk menuntut ilmu. Teman-teman yang ramah, peduli dan saling mengingatkan, ustad-ustadzah yang sabar dalam menuntun santri-santrinya.

SABRINA FALASIFAH

Pesan ananda Salfa untuk santri Al Izzah khususnya: “ Lakukan semua yang terbaik. Jangan sia-siakan kesempatan belajar di Al Izzah, teruslah menjadi muslimah yang menginspirasi. Tawadhu’ kepada ustad-ustadzah kita & semua orang yang telah membimbing kita disini, itu kunci keberhasilan belajar kita di sini, insyaAllah.”

Ananda Salfa juga menyoroti tentang fenomena santri yang masih melanggar aturan yang ditetapkan oleh kampus tercinta Al Izzah. Menurut salfa, aturan yang ditetapkan di Al Izzah bertujuan untuk kebaikan santri, aturan itu tentunya berdasar pada syariat Islam, contohnya berpakaian syar’i menutup aurat secara sempurna yang menjadi aturan Al Izzah, itu adalah dari aturan Islam, tercantum dalam QS. Al Ahzab: 59. Sehingga dimanapun berada, tidak hanya di Al Izzah, kita harus tetap menjalankan aturan tersebut.

Terakhir, ananda Salfa berbagi motto hidupnya sekaligus berpesan untuk kita semua: “Jadilah yang terbaik di antara yang terbaik. Kejarlah prestasi akhirat, prestasi dunia akan ikut sendiri ” (weta,aktif)

 

BagikanShare on FacebookShare on Google+Tweet about this on TwitterPrint this page

You may also like...